Nama : Dini Primaningsih
No. Reg. : 5215083422
Prodi : Pend. Teknik Elektronika
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Tanggal : 17 Juni 2009
Tugas!
Hal 3
Alasan mengapa musik sangat penting untuk lingkungan belajar adalah karena musik sebenarnya berhubungan dan mempengaruhi psikologi siswa dan guru sebagai pengajar. {Boobi De Potter, Quantum Teaching Mempraktikkan Quantum Learning di Kelas (
Ø Diunduh dari : www.google.com
Musik sangat penting untuk perkembangan anak?
Tidak perlu dipungkiri, musik mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan kita. Dan pengaruh positif musik dalam kehidupan kita merupakan suatu topik menarik untuk dibicarakan. Menarik karena pengaruh positif tersebut relatif tidak terlihat [intangible] walaupun konkrit [dapat kita rasakan]. Pengaruh positif musik tersebut bahkan sudah terjadi pada saat awal perkembangan kita sebagai individu. Musik terbukti sangat membantu perkembangan otak, perkembangan indera, perkembangan kemampuan bahasa, dan kemampuan sosial anak usia dini [hingga 6 tahun]. Dalam beberapa penelitian neuromusikal, musik terbukti membantu perkembangan otak manusia khususnya pada planum temporale bagian kiri, di mana bagian otak ini berperan besar dalam perkembangan bahasa. Dengan hasil penelitian ini, musik dianggap mampu membantu perkembangan bahasa anak. Sebuah fakta menarik tentang perkembangan bayi terjadi pada awal abad 20: Di panti-panti asuhan di Eropa dan Amerika terjadi bencana besar di mana angka kematian bayi berusia di bawah satu tahun mendekati 100%(1), walaupun bayi-bayi itu mendapatkan nutrisi yang cukup. Bencana tersebut mulai dapat teratasi di sebuah panti asuhan di Jerman, setelah pihak panti asuhan menyewa seorang wanita sebagai pengasuh untuk memberikan stimulasi afeksi pada bayi-bayi di
Musik klasik dapat menciptakan suasana yang merangsang pikiran dalam belajar, mampu memperbaiki konsentrasi ingatan dan persepsi spasial dan dapat mempertajam pikiran dan meningkatkan kreativitas. {Don Campbell, Efek Mozart Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Keatifitas, dan Menyehatkan Tubuh (
Ø Diunduh dari : www.google.com
Musik dan Belajar Baby Einstein is very popular now among young parents wanting their children to develop to their full potential. Brain Gym exercises have been attributed to students focusing better and improved test scores. Bayi Einstein sangat populer di kalangan muda sekarang orang tua yang ingin anak-anak mereka untuk mengembangkan potensi mereka sepenuhnya. Brain Gym latihan telah diberikan kepada para siswa lebih fokus dan meningkatkan nilai ujian. Is there a relationship between physical activity, music and the brain? Apakah ada hubungan antara aktivitas fisik, musik dan otak?
· reading, membaca,
· encourages socialization and sosialisasi dan mendorong
· improves a student's focus and commitment." meningkatkan siswa dari fokus dan komitmen. "
Hasil belajar seseorang selain perubahan tingkah laku juga diperoleh dalam bentuk pengetahuan. {W. S Winkel, Psikologi Pengajaran (Jakarta : Gramedia, 1989), hlm.71}.
Ø Diunduh dari : www.google.com
Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris. Oleh sebab itu, dalam penilaian hasil belajar rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai siswa (kompetensi) menjadi 5. Unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian. Penilaian proses pebelajaran adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran.
Menurut Hamalik, belajar adalah pertumbuhan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara – cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. {Oemar Malik, Metode Belajar dan Kesulitan Belajar (Bandung : Tarsito, 1982), hlm.28}.
Ø Diunduh dari : www.google.com
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. Lantas, apa sesungguhnya belajar itu ?
Di bawah ini disampaikan tentang pengertian belajar dari para ahli :
Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
Crow & Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”.
Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”
Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.
Gage & Berliner : “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman”
Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil – hasil belajar yang dicapai siswa dengan ketentuan criteria tertentu. {Nana Sudjana, Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara, 1990), hlm.3}.
Ø Diunduh dari : www.google.com
Penilaian hasil belajar merupakan aktivitas yang sangat penting dalam proses pendidikan. Semua proses di lembaga pendidikan formal pada akhirnya akan bermuara pada hasil belajar yang diwujudkan secara kuantitatif berupa nilai.
Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. hasil penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah laku siswa, tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran.

